puisi bullying judul luka tak terlihat

Luka Tak Terlihat
Di sudut sepi, tawa membahana,
Menghujam sukma, menusuk dada.
Kata-kata pedas bagai belati,
Merobek harga diri hingga mati.
Tubuh ini tak lagi utuh,
Jiwa terbelenggu, seolah lumpuh.
Setiap langkah adalah ketakutan,
Hidup serasa di dalam penjara kesunyian.
Mereka tak tahu sakit yang kurasa,
Hanya melihat tawa penuh derita.
Namun, di balik air mata yang mengalir,
Ada kekuatan yang perlahan mengukir.
Aku akan bangkit, meski perlahan,
Lawan semua hinaan dan cacian.
Luka ini akan jadi pelajaran,
Bahwa kuat tak harus dengan perlawanan

Komentar