Gema di Tanah Merdeka
Di bawah langit yang dulu membara oleh api, Engkau berdiri, kokoh tak tertandingi, Bambu runcing melawan dentuman baja, Demi satu kata: Merdeka.
Tak ada gentar di matamu yang bening, Meski peluru menderu, meski raga terpental miring, Kau tumpahkan keringat, darah, dan doa, Menyusun batu pertama bagi nusantara tercinta.
Kini, sunyi menyelimuti nisan-nisan bisu, Namun gema perjuanganmu tetap menderu, Menembus waktu, menembus dinding kesadaran, Mengingatkan kami akan harga sebuah kebebasan.
Wahai pahlawan, engkau bukan sekadar sejarah, Engkau adalah napas dalam setiap langkah, Kami yang kini memegang tongkat estafet ini, Berjanji menjaga api agar tak padam abadi.
Terima kasih untuk fajar yang kini terang, Untuk kedamaian yang kau beli dengan tenang, Namamu abadi, terukir dalam nadi negeri, Pahlawan, engkau adalah denyut jati diri.
File Power Point 10 Pahlawan Nasional:
https://drive.google.com/drive/folders/1vG52O94O7XO7jvbFgySOqK7-nyxpmVDi?usp=sharing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar